Senja di Jalur Citarum: Antara Lensa dan Kenangan

 Sore itu, aku menyusuri jalur favoritku dari Sindangsari ke Sapan, menyatu dengan aliran Sungai Citarum yang sedang surut di musim kemarau. Anak-anak bermain menangkap ikan kecil, langit memancarkan cahaya senja yang terhalang awan, dan Oxbow Sapan kini hidup kembali setelah lama menjadi sungai mati. Di sela-sela perjalanan, aku memotret sampah yang menyakitkan mata, tumpukan batu bata, hingga siluet pegunungan selatan Bandung.

Di antara keindahan dan kesunyian, lagu "Berita kepada Kawan" mengalun di telingaku, mengingatkanku pada seseorang yang tak lagi duduk di belakang motorku. Dia—sosok yang kini hanya hadir dalam ingatan dan setiap bingkai yang kuabadikan.

Lewat galeri ini, aku ingin membagikan bukan hanya gambar, tapi juga perjalanan batin dan kenangan yang menyertainya.




















Saepul Permana Hidayat

Merekam senyap dari balik lensa. Menyusun cerita dari langkah kaki dan cahaya. Di antara pasar tua, bangunan kosong, dan jalan tak bernama, aku menulis tentang yang terlupakan agar tidak benar-benar hilang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama